KLIK gambar untuk menutup Iklan

Friday, April 22, 2016

Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian



Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian

Pengertian pengukuran menurut beberapa ahli :
1. Pemberian angka terhadap sejumlah objek, peristiwa atau orang berdasarkan aturan tertentu (Steven: 1951)
2. Korelasi sejumlah satuan bukan angka (cohen dan nagel: 1934)
Pengukuran berfungsi untuk menggambarkan gejala social dan psikologis, mengubah data sehingga dapat dikontrol melalui manipulasi statistic, dan memungkinkan peneliti membedakan antara objek yang diteliti.
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Instrument penelitian digunakan baik dalam penelitian kuantitatif maupun dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif , instrument akan digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti yang lebih banyak menjadi instrument.
8.1 Macam – Macam Skala Pengukuran
1. Skala Nominal
    Skala nominal merupakan skala yang paling lemah dibandingkan dengan skala lain. Bilamana menggunakan skala nominal maka akan dibuat suatu partisi dalam suatu himpunan dalam kelompok – kelompok yang harus mewakili kejadian yang berbeda dan dapat menjelaskan semua kejadian yang terjadi dalam kelompok tersebut. Pada skala nominal tidak ada hubungan jarak dan tidak ada asal mula hitungan. Skala ini mengabaikan segala informasi mengenai berbagai tingkatan yang diukurnya.. Skala ini secara luas digunakan dalam penelitian survey maupun dalam penelitian ex post facto, bilamana data yang digolongkan menurut sub – sub kelompok utama dari populasi.
2. Skala Ordinal
    Skala ordinal mencakup cirri cirri skala nominal ditambah suatu urutan. Pemakaian skala ordinal mengungkapkan suatu pernyataan mengenai lebih besar dari pada atau kurang dari pada atau menyatakan suatu kesamaan, tanpa menunjukkan berapa lebih besarnya atau berapa kurangnya.
3. Skala Interval
    Skala Interval memiliki cirri – cirri skala nominal dan ordinal dan ditambah satu lagi yaitu skala ini mencakup konsep kesamaan interval. Prosedur – prosedur yang dapat dipakai adalah korelasi product moment, Uji T, Uji F, dan lain lain uji parametric.

4. Skala Rasio
    Skala Rasio mencakup semua keampuhan dari skala skala lain sebelumnya ditambah dengan adanya titik nol yang absolute. Dengan adanya nilai nol absolute ini maka nilai pada skala pengukur adalah jumlah senyatanya dari yang diukur dank arena semua itu operasi matematika matematika (pembagian, perkalian, penambahan, pengurangan) dapat diterapkan pada rasio jenis ini.Misalnya nilai uang, jarak, jumlah waktu dalam arti periode waktu, jumlah anak yang dilahirkan , tingkat kematian, tingkat pengangguran, umur.
Ø Dalam mengukur gejala atau fenomena social ada beberapa skala yang dapat digunakan yaitu:
1. Skala Likert
    Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat atau persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social. Dengan skala ini maka variabel yang akan diukur dijabarkan ke dalam indicator variabel sebagai dasar dalam menyusun butir butir instrument  penelitian.
2. Skala Guttman
    Bila menggunakan skala Guttman maka jawaban tegas yang akan diperoleh yaitu ya-tidak, benar-salah, pernah-tidak pernah dan lain lain. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan skala ini apabila ingin mendapat jawaban tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.
3. Semantic Defferensial
    Skala ini dapat digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak ada pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dalam suatu garis kontinum yang jawaban dangat positif terletak pada bagian kanan garis dan jawaban yang sangat negative terletak pada bagian kiri garis atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap / karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.
4. Rating Scale
    Dari ketiga langkah pengukuran seperti yang telah di kemukakan, data yang diperoleh adalah data kualitatif yang kemudian di kuantitatifkan, tetapi dengan menggunakan rating scale maka data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Skala ini fleksibel karena tidak terbatas untuk mengukur sikap saja tetapi juga dapat mengukur persepsi responden terhadap fenomena lainnya.
5. Skala Thurnstone
    Suatu skala bertujuan untuk mengurutkan responden berdasarkan suatu criteria tertentu, dalam praktek metode thurnstone ini sangat jarang digunakan karena prosedur penyusunannya memakan waktu lama, disamping itu penilaian para ahli sangat tergantung pada pengetahuan mereka terhadap konsep sikap yang hendak diukur. Karena itu sikap yang disusun oleh para ahli dapat berubah dan harus ditinjau kembali dari waktu ke waktu (Masri, 1989:115-116).
8.2 Desain Instrumen
Secara prinsip dikatakan bahwa meneliti merupakan kegiatan untuk melakukan pengukuran terhadap fenomena social ataupun alam. Meneliti dengan data yang sudah ada lebih tepat kalau dinamakan membuat laporan daripada dikatakan membuat penelitian. Jadi instrument penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam atau social yang diamati. Instrument instrument yang digunakan untuk mengukur variabel dalam ilmu alam sudah banyak tersedia dan telah teruji validitas dan rehabilitasnya. Namun instrument tersebut sulit untuk dicari. Jumlah instrument penelitian tergantung pada jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian. Instrument yang perlu dibuat adalah instrument untuk mengukur kepemimpinan, instrument untuk mengukur kepemimpinan, instrument  untuk mengukur iklim kerja dan instrument untuk mengukur produktivitas kerja karyawan. Dari variabel yang diteliti dibuatlah definisi operasionalnya, definisi operasional tersebut menjadi dasar dalam membuat instrument penelitian. Instrument penelitian dapat dibuat dalam bentuk pertanyataan maupun pernyataan.
8.3 Validitas dan Reliabilitas Instrument
Ø  Validitas Instrumen
Suatu instrument diakatakan memiliki validitas, apabila instrument tersebut mampu menunjukan sejauh mana suatu alat ukur mengukur apa yang ingin di ukur. Menurut pendapat para ahli yaitu Anastasi 1973 dan Nunnally 1979 (Masri. 1989. 124), Validitas itu ada berbagai macam yaitu :
1. Validitas Konstruk
Konstruk adalah kerangka dari suatu konsep. Misalnya seseorang peneliti ingin mengukur konsep “religiusitas”. Pertama – tama yang harus dilakukan adalah mencari apa saja yang menjadi kerangka dalam penelitian tersebut. Caranya diantaranya :
A. Mencari definisi – definisi konsep yang dikemukakan oleh para ahli yang ada pada literature. Definisi suatu konsep biasanya berisi kerangka dari konsep tersebut. Terkadang para ahli tidak hanya memberikan definisi tetapi sudah memberikan kerangka konsep tersebut secara jelas.
B. Bila dalam literature tidak ditemukan definisi konsep yang ingin di ukur, peneliti harus mendefinisikan sendiri konsep tersebut. Untuk membantu penyusunan definisi dan mewujudkan definisi tersebut dalam bentuk yang operasional, peneliti disarankan mendefisikan konsep tersebut dengan ahli ahli yang kompeten di bidang konsep yang di ukur.
C. Menanyakan definisi konsep yang akan diukur kepada calon responden, atau orang yang memiliki karakteristik yang sama dengan responden.
2. Validitas Isi
Validitas isi alat pengukur yang ditentukan oleh sejauh mana isi alat pengukur tersebut mewakili semua aspek yang dianggap sebagai aspek kerangka konsep. Misalnya seorang peneliti mengukur keikutsertaan ibu rumah tangga dalam program keluarga berencana dengan menanyakan metode kontrasepsi yang dipakai. Bila jawaban dalam kuisioner tersebut tidak mencakup semua metode kontrasepsi maka kuesioner tersebut dianggap tidak memiliki validitas isi.
3. Validitas Eksternal
   Dalam penelitian social sudah sangat banyak alat ukur yang diciptakan oleh para peneliti untuk mengukur gejala social dan alat pengukur tersebut sudah memiliki validitas. Misalnya ada peneliti lain yang menciptakan alat pengukur baru yang berbeda dengan alat ukur sebelumnya tetapi sama tujuannya dan memberikan hasil yang relative sama dengan hasil pengukuran dengan pengukur sebelumnya dapatlah alat ukur baru ini sudah memiliki validitas yang memadai.
4. Validitas Prediktif
   Validitas prediktif adalah kesahihan yang di dasarkan pada hubungan yang teratur antara tingkah laku apa yang diramalkan oleh sebuah test dan tingkah laku sebenarnya yang ditampilkan oleh individu atau kelompok. Alat pengukur yang dibuat oleh peneliti sering dimaksudkan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
5. Validitas Budaya
   Validitas ini penting bagi penelitian di Negara yang suku bangsanya sangat bervariasi. Suatu alat pengukur yang sudah valid untuk penelitian di suatu Negara, belum tentu akan valid bila digunakan di Negara yang budayanya berbeda.

6. Validitas Rupa
   Validitas rupa adalah validitas yang berbeda dengan validitas lainnya seperti yang dikemukakan di atas. Validitas rupa tidak menunjukan apakah alat pengkur mengukur apa yang ingin di ukur , tetapi hanya menunjukan bahwa dari segi “rupanya” suatu alat ukur tampaknya mengukur apa yang ingin di ukur. Validitas rupa amat penting dalam pengukuran kemampuan individu seperti pengkuran kecerdasan, bakat dan keterampilan. Hal ini disebabkan dalam pengkuran aspek kemampuan seperti itu factor rupa alat ukur akan menentukan sejauh mana minat orang di dalam menjawab soal soal atau pertanyaan atau alat ukur..
Ø  Reliabilitas Instrument
Reliabilitas menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Dengan kata lain reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama. Dalam pengukuran gejala social selalu mempertimbangkan kesalahan pengukuran. Dalam penelitian social kesalahan pengukuran ini cukup besar. Untuk mengetahui kesalahan yang sebenarnya, kesalahan pengukuran ini sangat diperhitungkan. Makin kecil kesalahan pengkuran maka makin reliable alat pengukuran, dan sebaliknya makin besar kesalahan pengukuran makin tidak reliable alat pengkuran tersebut. Besar kecilnya kesalahan pengukuran dapat diketahui antara lain dari indeks korelasi antara hasil pengukuran yang pertama dengan yang kedua.
8.4 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen
1. Cara Menguji Validitas Instrumen
    Terdapat berbagai jenis validitas, maka yang akan dibicarakan di sini adalah validitas konstrak. Dengan memahami cara penyusunan validitas konstrak, maka penyusunan validitas yang lainnya akan lebih mudah karena pada dasar prinsipnya adalah sama. Untuk menguji validitas konstrak dapat digunakan pendapat dari para ahli. Dalam hal ini setelah instrument di konstruksikan tentang aspek – aspek yang akan di ukur dengan berdasarkan teori tertentu maka selanjutnya dikontruksi dengan ahli. Para ahli diminta pendapat tentang instrument yang akan di susun itu. Jumlah ahli yang digunakan minimal 3 orang.
2. Cara Menguji Realibilitas Instrumen
Menurut Anastasi (Masri, 1989) ada beberapa tehnik yang digunakan untuk menghitung reliabilitas instrument suatu penelitian yaitu:

A. Teknik Pengukuran Ulang
     Untuk mengetahui reliabilitas suatu alat pengukur dengan pengukuran ulang dapat dilakukan dengan meminta kepada responden yang sama untuk menjawab semua pertanyaan pada alat pengukur sebanyak dua kali dalam selang waktu dekat dan tidak terlalu lama. (missal : 15 - 30 hari). Hasil pengukuran pertama dikorelasikan dengan hasil pengukuran kedua. Bila hasil angka korelasi melebihi angka krisis maka korelasi tersebut signifikan.
B. Teknik Belah Dua
     Teknik ini dapat digunakan bila alat pengukur yang disusun haruslah memiliki cukup banyak item (pertanyaan/pernyataan) yang dibuta untuk mengukur aspek yang sama misalnya 50-60 item. Semakin banyak jumlah item maka alat pengukur semakin baik.
C. Teknik Bentuk Paralel
     Perhitungan reliable dengan menggunakan tehnik ini dilakukan dengan membuat dua jenis alat pengukur untuk mengukur aspek yang sama. Kedua alat pengukur ini diberi kepada responden yang sama, kemudia dicari validitas untuk masing masing jenis. Untuk mengukur reliabilitas perlu mengkorelasikan skor total dari kedua alat pengukur tersebut. Bila nilai korelasinya melebihi nilai korelasi yang ada pada table korelasi product moment (signifikan) maka pengukur tersebut reliable.

No comments:

Post a Comment