KLIK gambar untuk menutup Iklan

Friday, April 13, 2018

PEMBANGUNAN DAERAH



PEMBANGUNAN DAERAH

PENGERTIAN PEMBANGUNAN DAERAH
            Pembangunan daerah adalah suatu proses dmana  pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelelola sunberdaya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sector swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut
            Masalah pokok dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daearh yang bersangkutan (endogenous development) dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan dan sumberdaya fisik secara local (daerah).Pembangunan daerah adalah suatu proses yang mencakup pembentukan institusi-institusi baru,pembangunan industry-industri alternative, perbaikan kapasitas tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik, identifikasi pasar-pasar baru, alih ilmu pengetahuan dan pengembangan perusahaan-perusahaan baru.Setiap upaya pembangunan  ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah.
TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH
          Saat itu tidak ada suatu teori pun yang mampu untuk menjelaskan pembangunan ekonom daerah secara komprehensif.Pada hakekatnya, inti dari teori-teori tersebut berkisar pada dua hal, yaitu pembahasan yang berkisar tentang metoda dalam menganalisis perekonomian suatu daerah dan teori-teori yang membahas tentang faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu daerah tertentu.Namun di pihak lain harus diakui, menganalisis perekonomian suatu daerah sangat sulit karena :
1.    Data tentang daerah sangat terbatas terutama  kalau daerah dibedakan berdasarkan pengertian daerah modal.
2.    Data yang tersedia umumnya tidak sesuai dengan data yang dibutuhkan untuk analisis daerah, karena data yang terkumpul biasanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan analisis perekonomian secara nasional.
3.    Data tentang perekonomian daerah sangat sukar ditentukan, sebab perekonomian daerah lebih terbuka dibandingkan dengan perekonomian nasional.
4.    Bagi NSB. Disamping kekurangan data sebagai kenyataan yang umum, data yang ada sikesulitan untuk melakukan analisis yang memadai tentang keadaan perekonomian suatu daerah.
Teori Ekonomi Neo Klasik
            Peranan teori ekonomi Neo Klasik tidak terlalu besar dalam menganalisis pembangunan daerah (regional),karena teori ini tidak memiliki dimensi spasial yang signifikan.Namun demikian, teori ini memberikan 2 konsep pokok dalam pembangunan ekonomi daerah yaitu keseimbangan (equilibrium) dan mobilitas faktor produksi.Artinya, system perekonomian akan mencapai keseimbangan alamiah jika modal bisa mengalir tanpa restriksi (pembatasan).Oleh karena itu, modal akan mengalir dari daerah yang berupah tinggi menuju ke daerah yang berupah rendah.
Teori Basis Ekonomi (Economic Base Theory)
            Teori basis ekonomi ini menyatakan bahwa faktor penentu utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah berhubungan langsung dengan permintaan akan barang dan jasa dari luar daerah.Strategi pembangunan daerah yang muncul yang didasarkan pada teori ini adalah penekanan terhadap arti penting bantuan (aid) kepada dunia usaha yang mempunyai pasar secara nasional maupun internasional.Implementasi kebijakannya mencakup pengurangan hambatan / batasan terhadap perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor yang ada dan akan didirikan di daerah tersebut.
            Kelemahan model ini adalah bahwa  model ini didasarkan pada permintaan eksternal bukan internal.Pada akhirnya akan menyebabkan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap kekuatan-kekuatan pasar secara nasional maupun global.
Teori Lokasi
            Para ekonomi regional sering mengatakan bahwa ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan daerah yaitu : lokasi,lokasi, dan lokasi.Pernyataan tersebut sangat masuk akal jika dikaitkan dengan pengembangan kawasan industry.Perusahaan cenderung untuk meminimumkan biayanya dengan cara memilih lokasi yang memaksimumkan peluangnya untuk mendekati pasar.Model pengembangan industry kuno menyatakan bahwa lokasi yang terbaik adalah biaya yang termurah antara bahan baku dengan pasar.
            Keterbatasan dari teori lokasi ini pada saat sekarang adalah bahwa teknologi dan komunikasi modern telah mengubah signifikansi suatu lokasi tertentu untuk kegiatan produksi dan distribusi barang.

Teori Tempat Sentral
            Teori tempat sentral (central place teori) menganggap bahwa ada hirarki tempat (hierarchy of pieces).Setiap tempat sentral didukung oleh sejumlah tempat yang lebih kecil yang menyediakan sumberdaya (industry dan bahan baku).Teori tempat sentral ini bisa diterapkan pada pembangunan ekonomi daerah, baik didaerah perkotaan maupun di pedesaan.
Teori Kausasi Kumulatif
          Kondisi daerah-daerah sekitar kota yang semakin buruk menunjukkan konsep dasar dari tesis kausasi kumulatif (cumulative causation) ini .Kekuatan-kekuatan pasar cenderung memperparah kesenjangan antara daerah-daearh tersebut (maju versus terbelakang).Daerah yang maju mengalami akumulasi keunggulan kompetitif dibandingkan daerah lainnya.Hal ini yang disebut Myrdal (1957) sebagai backwash effects
 Model Daya Tarik
            Teori daya tarik industry adalah model pembangunan ekonomi,yaitu paling banyak digunakan oleh masyarakat.Teori ekonomi yang mendasarinya adalah bahwa suatu masyarakat dapat memperbaiki posisi pasarnya terhadap industrialis melalui pemberian subsidi dan insentif.
PARADIGMA BARU TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
            Teori pembangunan yang ada sekarang ini tidak mampu untuk menjelaskan kegiatan-kegiatan pembangunan ekonomi daerah secara tuntas dan komprehensif.Pendekatan ini merupakan sintesa dan perumusan kembali konsep-konsep yang telah ada.

TABEL
Paradigma Baru Teori Pembangunan Ekonomi Daerah

KOMPONEN
KONSEP LAMA
KONSEP BARU
Kesempatan Kerja
Semakin banyak perusahaan =
Semakin banyak peluang kerja.
Perusahaan harus mengembangkan pekerjaan yang sesuai dengan “kondisi:penduduk daerah.
Basis Pembangunan
Pengembangan Sektor Ekonomi
Pengembangan lembaga-lembaga ekonomi baru
Aset-aset lokasi
Keunggulan komparatif didasarkan pada asset fisik
Keunggulan kompetitif didasarkan pada kualitas lingkungan
Sumberdaya pengetahuan
Ketersediaan Angkatan Kerja
Pengetahuan sebagai pembangkit ekonomi



PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
            Perencanaan pembangunan ekonomi daerah bisa diaanggap sebagai perencanaan untuk memperbaiki penggunaan sumberdaya-sumberdaya public yang tersedia didaerah tersebut dan untuk memperbaiki kapasitas sector swasta dalam menciptakan nilai sumberdaya-sumberdaya swasta secara bertanggung jawab.
            Perencanaan ekonomi yang efisien membutuhkan secara seimbang perencanaan yang teliti mengenai penggunaan sumberdaya public dan sector swasta, petani, pengusaha kecil, koperasi, pengusaha besar, organisasi-organisasi social, harus mempunyai peran dalam proses perencanaan.

PERLUNYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
            Setelah para ahli, terutama para ekonom, menyadari bahwa mekanisme pasar tidak mampu menciptakan penyesuaian dengan cepat kalau terjadi pertumbuhan, serta tidak mampu menciptakan laju pertumbuhan yang cepat terutama di NSB, mereka mulai sadar bahwa campur tangan pemerintah tetap diperlukan, apabila ingin mencapai proses pembangunan yang lebih cepat.
            Keadaan social ekonomi yang berbeda dari setiap daerah akan membawa implikasi bahwa cakupan campur tangan pemerintah untuk tiap daerah berbeda pula.Perbedaan tingkat pembangunan antar daerah, mengakibatkan perbedaan tingkat kesejahteraan antar daerah, dan kalau hal ini dibiarkan dapat menimbulkan dampak yang kurang menguntungkan bagi suatu Negara.Disamping itu adanya pengaruh yang kurang menguntungkan bagi daerah lain sebagai akibat dari adanya ekspansi ekonomi pada daerah tertentu, ada juga keuntungan bagi daerah-daerah di sekitar dimana ekspansi ekonomi terjadi.Pengaruh yang menguntungkan karena adanya ekspansi ekonomi suatu daerah ke daerah sekitarnya dinamakan spread effects.Jika perbedaan antara kedua daerah tersebut semakin menyempit berarti terjadi imbas yang baik (trickling down effects).Sedangkan jika perbedaan antara kedua daerah tersebut semakin jauh berarti terjadi proses pengkutuban (polarization effects)
            Akibat yang kurang menguntungkan bagi daerah-daerah miskin adalah :
1.    Daerah-daerah miskin tersebut akan mengalami kesulitan dalam membangun sector industrinya dan dalam memperluas kesempatan kerja.
2.    Daerah-daerah miskin tersebut akan sulit merubah struktur ekonominya yang tradsional, sehingga senantiasa akan bias kearah pertanian,sedang untuk membangun sector industry dihadapi banyak kesulitan, seperti kurangya pengusaha yang kreatif dan kurangnya tenaga terampil.
3.    Karena sempitnya kesempatan kerja di daerah miskin tersebut maka akan terjadi perpindahan tenaga kerja ke daerah maju.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa campur tangan pemerintah (perencanaan) untuk pembangunan daerah-daerah mempunyai manfaat yang sangat tinggi, disamping mencegah juurang kemakmuran antar daerah, melestarikan kebudayaan setempat, dapat juga menghindarkan perasaan tidak puas masyarakat.

IMPLIKASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
            Ada 3 implikasi pokok dari perencanaan pembangunan ekonomi daerah :
1.    Perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang realistic memerlukan pemahaman tentang hubungan antara daerah dengan lingkungan nasional dimana daerah tersebut merupakan bagian darinya, keterkaitan secara mendasar antara keduanya, dan konsekuensi akhir dari interaksi tersebut.
2.    Sesuatu yang tampaknya baik secara nasional belum tentu baik untuk daerah, dan sebaliknya yang baik bagi daerah belum tentu baik secara  nasional.
3.    Perangkat kelembagaan yang tersedia untuk pembangunan daerah.Oleh karena itu, perencanaan daerah yang efektif harus bisa membedakan apa yang seyogyanya dilakukan dan apa yang dapat dilakukan,















TAHAP-TAHAP PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

TABEL
Tahapan dan Kegiatan dalam Proses Perencanaan Pembangunan Daerah
BLAKELY (1989)

TAHAP
KEGIATAN

I
Pengumpulan dan Analisis Data
·         Penentuan Basis Ekonomi
·         Analisis Struktur Kebutuhan Tenaga Kerja
·         Evaluasi Kebutuhan Tenaga Kerja
·         Analisis Peluang dan Kendala Pembangunan
·         Analisis Kapasitas Kelembagaan.

II
Pemilihan Strategi Pembangunan Daerah
·         Penentuan Tujuan dan Kriteria
·         Penentuan Kemungkinan-kemungkinan Tindakan
·         Penyusunan strategi

III
Pemilihan Proyek-proyek Pembangunan
·         Identifikasi Proyek
·         Penilaian Viabilitas Proyek

IV
Pembuatan Rencana Tindakan
·         Prapenilaian Hasil Proyek
·         Pengembangan Input Proyek
·         Penentuan Alternatif Sumber Pembiayaan
·         Identifikasi Struktur Proyek

V
Penentuan Rincian Proyek
·         Pelaksanaan Studi Kelayakan Secara Rinci
·         Penyiapan Rencana Usaha (Business Plan)
·         Pengembangan, Monitoring, dan Pengevaluasian Program.

VI
Persiapan Perencanaan Secara  Keseluruhan dan Implementasi.
·         Penyiapan Skedul Implementasi Rencana Proyek
·         Penyusunan Program Pembangunan Secara Keseluruhan
·         Targeting dan Marketing Aset-aset Masyarakat.
·         Pemasaran Kebutuhan Keuangan





PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN DAERAH
          Tahap pertama perencanaan bagi setiap organsisasi yang tertarik dalam pembangunan ekonomi daerah adalah menentukan peran (role) yang akan dilakukan dalam proses pembangunan.Ada 4 peran yang dapat diambli oleh coordinator daerah dalam proses pembangunan ekonomi daerah yaitu :
1.    Entrepreneur
2.    Koordinator
3.    Fasilitator
4.    Stimulator.
INFORMASI YANG DIBUTUHKAN DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
*      Data Kependudukan
*      Kondisi Pasar Tenaga Kerja
*      Karakteristik Ekonomi
*      Kondisi Fisik / Lokasional
*      Layanan Jasa Bagi Masyarakat
Analisis Shift Share
            Analisis Shift Share merupakan teknik yang sangat berguna dalam menganalisis perubahan struktur ekonomi daerah dibandingkan dengan perekonomian nasional.Tujuan analisis ini adalah untuk menentukan kinerja atau produktivitas kerja perekonomian daerah dengan membandingkan dengan daerah  yang lebih besar (regional atau nasional).
            Analisis ini memberikan data tentang kinerja perekonomian dalam 3 bidang yang berhubungan satu sama lain, yaitu :
1.    Pertumbuhan ekonomi
2.    Pergeseran proporsional
3.    Pergeseran Diferensial.

Location Quotients
Location Quotients merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memperluas analisis shift share.Teknik ini membantu untuk menentukan kapasitas ekspor perekonomian daerah dan derajat self-sufficiency suatu sector.

Dalam teknik ini kegiatan ekonomi suatu daerah di bagi menjadi 2 golongan yaitu :
1.    Industry basic
2.    Industry non-basic atau industry local.
Dasar pemikiran teknik ini adalah teori economic base yang intinya karena indsustry basic menghasilkan barang-barang dan jasa untuk pasar di daerah maupun di luar daerah yang bersangkutan, maka penjualan keluar daerah akan menghasilkan pendapatan bagi daerah tersebut.Penggunaan LQ sangat  sederhana, serta dapat dipakai untuk menganalisis tentang “ekspor-impor” (perdagangan) suatu daerah.
Teknik ini mempunyai kelemahan, yaitu :
1.    Selera atau pola konsumsi dari anggota masyarakat adalah berlainan baik antar daerah maupun suatu daerah.
2.    Tingkat konsumsi rata-rata untuk suatu jenis barang, untuk suatu daerah berbeda.
3.    Bahan keperluan industry berbeda antar daerah.

KAPASITAS PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARKAT
            Untuk menilai kapasitas suatu masyarakat dalam suatu daerah dalam upaya melakukan pembangunan social ekonomi terpadu jangka panjang, diperlukan informasi-informasi tentang system kelembagaan di daerah sebagai berikut ini :
v  Lembaga-lembaga masyarakat
v  Struktur ekonomi
v  Lembaga-lembaga politik
v  Lembaga-lembaga keuangan
v  Lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan.
           

No comments:

Post a Comment