KLIK gambar untuk menutup Iklan

Friday, May 11, 2018

Pengangguran


Pengangguran
1.2.1.   Pengertian
Menurut Sadono Sukirno, pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
Menurut Payman J. Simanjuntak, pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.
Menurut Menakertrans, pengangguran adalah orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan suatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
Menurut BPS pada sensus 2010, pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (berusia 15 – 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengangguran adalah penduduk yang berada dalam usia kerja (diatas 15 tahun) yang tidak memiliki pekerjaan, maupun sedang mencari pekerjaan namun belum mendapatkannya.

a.      Jenis – Jenis Pengangguran
Menurut Sukirno (2003), klasifikasi pengangguran adalah sebagai berikut :
a)     Berdasarkan penyebabnya :
1)     Pengangguran Friksional, merupakan pengangguran yang berlaku pada tingkat kesempatan kerja penuh.
2)     Pengangguran Struktural, adalah pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan struktur ekonomi.
3)     Pengangguran Konjungtur, merupakan pengangguran yang terjadi sebagai akibat dari menurunnya permintaan agregat.
4)     Pengangguran Teknologi, merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi yang mengakibatkan berkurangnya kontribusi tenaga manusia dalam suatu proses produksi.
b)     Berdasarkan Cirinya :
1)     Pengangguran Terbuka, adalah penduduk yang telah memasuki usia kerja namun tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan usaha, maupun yang telah memiliki pekerjaan namun belum mulai bekerja (BPS).
2)     Pengangguran Tersembunyi, adalah tenaga kerja yang tidak digunakan secara efektif dalam suatu pekerjaan akibat jumlah tenaga kerja yang tersedia lebih banyak daripada jumlah tenaga kerja yang sebenarnya diperlukan.
3)     Pengangguran Musiman, merupakan pengangguran yang terjadi pasa masa-masa tertentu di satu periode tertentu. Pengangguran jenis ini biasanya terjadi pada sector perekonomian.
4)     Setengah Menganggur, merupakan suatu keadaan dimana seseorang bekerja dibawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam per minggu).
b.     Penyebab Pengangguran
Tingginya tingkat pengangguran biasanya disebabkan oleh jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Apabila jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja, maka sebagian dari angkatan kerja tersebut tidak akan memiliki pekerjaan dan hal tersebut berarti tingkat pengangguran meningkat. Selain itu, rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia juga merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya pengagguran. Apabila penduduk suatu negara/daerah memiliki kualitas Sumber Daya Manusia yang rendah, maka tingkat pengangguran di negara/daerah tersebut akan tinggi. Untuk itu, setiap negara/daerah akan berupaya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki sebagai langkah untuk menanggulangi tingginya tingkat pengagguran.

c.      Dampak Adanya Pengangguran
Adapun beberapa dampak sosial dan ekonomi pengangguran bagi suatu negara/daerah adalah sebagai berikut :
1.    Menurunnya Aktivitas Perekonomian
Tingginya jumlah pengangguran akan mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat. Menurunnya daya beli masyarakat akan berimbas pada menurunnya proses produksi. Hal ini akan mengakibatkan menurunnya aktivitas perekonomian.
2.    Menurunnya Pendapatan Perkapita Dan Pertumbuhan Ekonomi
Sebagai dampak dari penurunan aktivitas ekonomi, maka pendapatan per kapita masyarakat pun akan menurun. Dengan menurunnya pendapatan per kapita maka pertumbuhan ekonomi pun akan menunjukkan hal serupa.
3.    Meningkatnya Biaya Sosial
Tingginya tingkat pengangguran akan meningkatkan biaya-biaya sosial yang dikeluarkan pemerintah seperti bantuan-bantuan sosial, subsidi, dan lain-lain.
4.    Meningkatnya Angka Kriminalitas
Pengagguran bisa saja melakukan tindakan kriminalitas untuk memperoleh pendapatan. Maka dari itu meningkatnya angka pengangguran dapat berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas.


d.     Pengangguran di Provinsi Bali
Tahun
Laki - Laki
Perempuan
Jumlah
2012
27.27
20.96
48.23
2013
27.78
14.04
41.82
2014
28
16.12
44.13
2015
29.24
17.97
47.21
2016
29.02
17.46
46.48

                                    Sumber data : BPS 2017
Data table diatas menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Bali selama lima tahun terakhir mengalami fluktuasi namun memiliki kecenderungan menurun. Selain itu data BPS menunjukkan presentase tingkat pengagguran di Provinsi Bali pada Februari 2016 hingga Februari 2017 mengalami penurunan. Hal ini berarti bahwa kebijakan yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali telah mampu menekan tingkat pengangguran.Namun tingkat pengangguran ini harus tetap diperhatikan agar tingkat pengagguran tidak kembali meningkat.
e.      Solusi Untuk Mengatasi Pengangguran
Mengadakan pelatihan kerja di balai latihan kerja (BLK).
Kita tahu bahwa untuk mendukung perkembangan investasi di bidang industri diperlukan tenaga kerja yang kompeten dibidangnya agar produktifitas perusahaan menjadi meningkat. Namun demikian terkadang perusahaan dihadapkan pada ketimpangan antara skill yang dimiliki oleh karyawan dengan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. selain itu, penggunaan teknologi juga memungkinkan terjadinya efisiensi penggunaan tenaga kerja karena tenaga manusia digantikan dengan mesin. dampaknya terjadi out shourching, sehingga terjadi pengangguran yang sangat besar. Dikatakan pengangguran yang terjadi sangat besar karena pengangguran selain karena adanya program out shourching juga karena adanya lulusan baru dari tiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD sampat perguruan tinggi. 
Dari sekitar 10,6 juta orang penganggur, 31,75 persen diantaranya berpendidikan sampai dengan tamat sekolah dasar (SD), kemudian 26,75 persen tamat sekolah lanjutan pertama (SLTP), 36,44 persen tamat sekolah lanjutan atas (SLA), 2,68 persen tamat Diploma, dan 3,38 persen tamat sarjana. 
Dari data tersebut diketahui bahwa mayoritas tenaga kerja Indonesia berpendidikan SD, maka untuk meningkatkan produktivitas perlu diupayakan peningkatan kompetensinya melalui pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada, oleh karena itu revitalisasi BLK di seluruh Indonesia perlu dilakukan. 
Timbulnya masalah baru di bidang ketenagakerjaan di era global sangat mungkin terjadi. Untuk itu diperlukan strategi pembinaan ketenagakerjaan menyangkut upaya peningkatan penempatan dan perlindungan tenaga kerja, yang sudah disusun untuk mengatasi berbagai permasalahan ketenagakerjaan yang ada serta dalam rangka mengantisipasi berbagai hal kemungkinan terburuk yang terjadi .
Alternatif penyelesaian masalah pengangguran diatas selain pelatihan keterampilan di BLK adalah dengan memberikan ruang gerak yang lebih kepada sektor non-publik untuk ikut berpartisipasi aktif dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat secara proporsional, dengan memberikan program padat karya, bantuan pendirian UKM/UMKM.
Aplikasinya sebaiknya pemerintah bekerjasama dengan pihak Bank untuk memberikan kredit lunak kepada sektor UKM/UMKM. Dengan cara kredit lunak bagi sektor UMKM. dengan demikian agkatan kerja selain terserap pada sektor formal, juga terserap pada sektor  UKM/UMKM sehigga diharapkan angka pengangguran di indonesia akan terus berkurang.
·        Solusi untuk mengatasi pengangguran structural.
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah
1)     Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja.
2)     Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sector ekonomi yang kekurangan.
3)     Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
4)     Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.

·         Solusi untuk  mengatasi pengangguran friksional.
Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sbb:
1)     Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya. 
2)      Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru.
3)      Menggalakkan pengembangan sector Informal, seperti home industri
4)     Menggalakkan program transmigrasi untuk me-nyerap tenaga kerja di sector agraris dan sector formal lainnya.
5)     Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.

·         Solusi untuk mengatasi pengangguran musiman.
Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara :
1)     Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan
2)     Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.
·         Solusi untuk  mengatasi pengangguran siklus.
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini adalah :
1)     Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
2)     Meningkatkan daya beli masyarakat.

1.3.          Kebijakan Ekonomi Regional
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kebijakan berarti suatu konsep yang menjadi garis besar dan dasar perencanaan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak. Dari sisi pemerintahan, kata kebijakan dapat diartikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Sedangkan Ekonomi Regional merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang membahas mengenai unsur perbedaan potensi antara suatu daerah/wilayah dengan daerah/wilayah lainnya.Jadi kebijakan ekonomi regional dapat diartikan sebagai tindakan yang diambil pemerintah suatu daerah untuk mengatasi permasalahan ekonomi di daerah tersebut yang hanya berlaku di wilayah/daerah tersebut.

No comments:

Post a Comment